Senin, 30 Januari 2012

;

1. Jam Sweety White Softness


Sweety White Softness
















Harga : Rp 159.900,00
Tersedia : Pink & Biru


2. Jam Handy Clean Burberry
                                                                             

Handy Clean Burberry
 
















Harga : Rp 189.900,00
Tersedia : Hitam & Putih


3. Jam Kitty Cutes



Kitty Cutes


















Harga : Rp 299.000,00
Tersedia : Pink, Putih, & Biru


4. Jam Ice Watch Love


Ice Watch Love


















Harga : Rp 299.900,00
Tersedia  : Pink & Putih


5. Jam Diamond White


Diamond White


















Harga : Rp 259.900,00
Tersedia : White


Untuk info lebih lanjut & pemesanan silahkan hubungi 088219042653. ^_^

Sabtu, 28 Januari 2012

Aku Cinta Akuntansi

Jadikan Akuntansi sebuah Seni

The art of accounting

Ada banyak hal yang tidak aku mengerti di dunia ini, salah satunya… akuntansi
Bila akuntansi adalah menghitung radian, tentulah aku suka
namun, akuntansi adalah menghitung rugi laba, jadi apa mau dikata?

Kadang, hati nurani tak mau diajak kompromi. Kau tahu bukan, akuntansi adalah pedang dan tameng kaum kapitalis. Bunga atau yang disebut interest tersebar disetiap halaman buku akuntansi, termasuk dalam setiap soal ujian, dalam situs-situsakuntansi di dunia maya dan bergentayangan di kehidupan nyata.


Tak hanya bunga, akuntansi juga adalah masalah untung rugi yang ekstrim. Bila kau mau untung, kurangi saja gaji pegawaimu, tak usah pikirkan kesejahteraan mereka, karena itu akan menambah ekspense yang
mengurangi profitmu. Tak usah memikirkan tekhnologi tinggi yang mahal untuk mengolah limbah, cobalah pikir dengan akal sehat, tidakkah itu mengurangi laba yang harusnya masuk ke rekeningmu?


Bila COGS (Cost Of Goods Sales) dari produksi kayu besi adalah murah, bodoh bila kamu tidak
melirik Borneo. Di sana, kayu besi melimpah Kamu tinggal tebang pohon2 itu, namun ingat prinsip kita, menanam kembali pohon ganti sama halnya membuang-buang biaya. Kau tak ingin bukan, mengurangi keuntungan yang mengalir ke pundi-pundimu tiap detik. Tiap detik?
Ya, dari hilangnya hutan di negeri ini seluas empat lapangan bola per detik!

Ah, tapi akuntansi adalah alat bukan? Akuntansi adalah kuas, palet, kanvas, pahat, garpu
tala, tuts piano. Tergantung untuk apa kita gunakan dan keindahan hasilnya. Seperti reaktor nuklir, untuk membuat bom atom atau untuk menerangi stadion sepak bola. Atau seperti besi, sebagai M-16 Maverick yang memuntahkan peluru atau sebagai peniti yang disematkan di kerudung:


Kecuali suatu hari tombak

dijadikan alat pembunuh

dan bersarang di jantung kiri

tombak mengeluh

aku tak ingin seperti ini

….

Ketika besi-besi yang menjadi senjata

berubah fungsi

diam-diam peniti mensyukuri

”Aku menjadi penyemat baju seorang sufi

Setiap pagi aku dibawa rukuk sujud dan
mensyukuri

Nikmat Tuhan yang diberi

Aku tak ingin patah

Biar berkarat aku kini”

(Al Hadid, Fatin Hamama)


Alasan Memilih Akuntansi
Memilih jurusan akuntansi karena tidak suka kuliah yang berbau hafalan
Saya sangat sering mendengar alasan ini. Bahkan, ini juga menjadi salah satu faktor pertimbangan saya ketika memilih jurusan akuntansi. Kenyataannya, akuntansi juga penuh dengan hafalan. Mengambil jurusan akuntansi bukan berarti belajar hanya bidang akuntansi saja, tetapi juga materi yang berbau manajemen dan ekonomi secara umum yang mengandung banyak hafalan. Materi jurusan akuntansi juga sebagian menuntut menghafal, meskipun tidak sepenuhnya menghafal tapi juga memahami. Jadi, sangatlah keliru jika menganggap dengan memasuki jurusan akuntansi berarti bisa terlepas dari hafalan.

Akuntansi hanya berisi debet-kredit yang simpel
Mengapa saya memberi penekanan pada kata ‘hanya’ dan ’simpel’? Pertama, jelas, akuntansi tidak hanya berisi debet-kredit. Banyak hal lain yang lebih menarik dan lebih menantang yang dipelajari di akuntansi selain debet-kredit. Bahkan, menurut salah satu dosen saya, masalah debet-kredit hanyalah permasalahan letak kiri dan kanan, tidak lebih. Kedua, jika dipandang sepintas, masalah debet-kredit memang simpel, tetapi kita perlu melihat informasi apa yang diwakili oleh debet-kredit itu. Jika menganggap simpel tapi tidak tahu artinya, sama saja kosong bukan?

Memilih jurusan akuntansi karena ingin terhindar dari segala bentuk materi teknologi informasi
Salah besar! Di zaman yang semakin maju ini, mana mungkin teknologi informasi tidak dibahas sama sekali? Terlebih lagi, bidang kerja lulusan jurusan akuntansi sangat tergantung dengan teknologi informasi. Bayangkan saja apabila seorang lulusan jurusan akuntansi harus membuat laporan keuangan perusahaan tanpa bantuan teknologi, bagaimana jadinya? Jadi, materi teknologi informasi masih menjadi mata kuliah wajib di jurusan akuntansi, setidaknya di fakultas saya. Bahkan, di fakultas saya sekarang, terdapat beberapa mata kuliah yang berbau teknologi sangat kental.

Karena merasa jurusan akuntansi sangat mudah dipelajari dan simpel
Pertama kali mendengar kalimat ini, saya langsung tercengang. Meskipun masih tahun-tahun awal, saya sudah merasa materi jurusan akuntansi bukanlah hal yang sangat mudah dan simpel. Bahkan, beberapa teman saya dari fakultas lain, yang belum pernah merasakan, mengatakan bahwa kuliah jurusan akuntansi pasti lebih mudah dari jurusan-jurusan sains, seperti teknik dan kedokteran. Saya tidak menyangkal bahwa jurusan teknik memang susah karena harus berhubungan dengan fisika dan kawan-kawan, begitu pula kedokteran yang harus menghafal begitu banyak kata-kata dalam bahasa antah-berantah. Namun tetap saja, akuntansi bukanlah bidang yang sangat mudah dan simpel! Saya terus menegaskan hal ini karena saya sangat tidak setuju dengan pernyataan tersebut. Jika masih tidak percaya, silakan tanyakan kepada teman yang mengambil jurusan akuntansi.

Memilih jurusan akuntansi karena kemampuan matematika sangat kuat
Sejujurnya, tidak perlu mahir di bidang matematika untuk menguasai materi akuntansi. Memiliki dasar matematika yang kuat, menurut saya, memang baik untuk membantu proses logika kita karena akuntansi menuntut banyak logika. Namun, kepandaian di bidang matematika itu tidak akan berkembang di sini. Saya rasa, kuliah di jurusan akuntansi hanya membutuhkan penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Dan untuk menguasai keempat hal tersebut, tidak perlu mahir matematika, cukup bisa saja.

Kesimpulannya saya tidak akan menyesali pilihan saya untuk bergelumut dengan akuntansi karena saya memang benar-benar mencintainya,,,sepenuh hati. . . ^_^
Tak Kenal maka Tak Sayang. . . .
Kalau Kenal Langsung Sayang. . . .



Aku dilahirkan sebagai seorang cewek dengan watak yang bisa dibilang baik. Kata orang-orang disekitarku Aku simple, baik, gak sombong, rajin menabung, yaa paztinya ak baaik bangettt koq. . . . 

Aku lahir di sebuah kota yang masih jauh dari titik keramaian sesungguhnya sebuah kota (Kefamenanu-NTT). 
Pada tanggal 24 Mei 1994, disebuah rumah sakit, dengan penuh kegembiraan aku dilahirkan dengan seorang kembaran yang sejenis denganku. Yeahh. . . , kita berdua cewek, tapi sayangnya kita tidak memiliki kesamaan seperti kembar" lainnya. Tapi tetap aku bersyukur & berterima kasih kepada Tuhan telah memberikan semua itu kepadaku.Perkenalkan:
Ak '' Tatik Ayu Santika
Ak lahir di '' Kefamenanu, 24 Mei 1994

Ak berumur'' 17th
Hobbyq '' Badminton & Baca Novel
Sekarang aku lagi sibuk mengejar kesuksesan dengan kuliah, ('mahasiswi jurusan akuntansi managerial, PNB')


Harapanq '' bisa menjadi yg tbaik & membalas apa yg ku dpt dr oRTu, membuat mereka bangga & bahagiaa.
"Aku harus sukses. Sukses adalah hakq. Menjadi sukses itu bahagia, bahagia akan lebih mudah kalau aku sukses, semangat! Hadapi dengan Doa".. .. .. .. .. ^_^

Sabtu, 14 Januari 2012

Lihat Yukk. . . .!! Gimana sie Akuntansi Bisa Berkembang di Indonesia

 
Sejarah akuntansi di Indonesia tentu tidak lepas dari perkembangan akuntansi di negara asal perkembangannya. Dengan kata lain, negara luarlah yang membawa akuntansi itu masuk ke Indonesia kendati pun tidak bisa disangkal bahwa di masyarakat Indonesia sendiri pasti memiliki sistem pencatan pelaporan tersendiri.
Sebelum Bangsa Eropa masuk ke Indonesia, transaksi dagang dilakukan secara barter. Tentu saja cara ini tidak melakukan pencatatan. Pada waktu orang-orang Belanda masuk ke Indonesia pada abad ke-16, mereka datang dengan tujuan berdagang dan membentuk perserikatan maskapai Belanda yang dikenal dengan sebutan VOC berdiri tahun 1602 dan bubar pada tahun 1799.
Dalam kurun waktu tersebut, VOC memperoleh hak monopoli perdagangan rempah-rempah. Pada tahun itu bisa dipastikan VOC telah melakukan pencatatan atas mutasi keuangannya. Dalam hubungan itu, Ans Saribanon Sapii (1980), mengemukakan bahwa menurut Stible dan Stroomberg, bukti autentik mengenai catatan pembukuan di Indonesia paling tidak sudah ada menjelang pertengahan abad ke-17.
Setelah VOC bubar, kekuasaannya diambil alih oleh kerajaan belanda sejak tahun 1800 s.d. 1942. Mereka menekankan pada sistem pembukuan Debet Kredit, yang antara lain ditemukan pada pembukuan Amphioen Socyteit di Batavia yang bergerak dalam usaha candu dan morfin. Banyak perusahaan belanda yang didirikan di Indonesia pada abad ke-19. Catatan pembukuannya merupakan modifikasi sistem Venesia-Italia dan tidak dijumpai adanya kerangka pemikiran konseptual untuk mengembangkan sistem pencatatan tersebut karena kondisinya sangat menekankan pada praktek-praktek dagang yang semata-mata untuk kepentingan perusahaan Belanda.
Soemardjo (1982) mengemukakan dalam dunia pendidikan tinggi yang ada hanya terbatas pada pendidikan hukum, kedokteran dan teknik, diantaranya:
  1. Recht Hogeschool yaitu Perguruan Tinggi Kehakiman dengan lama pendidikan 4-5 tahun
  2. Gemeeskundige Hogeschool, Pendidikan Tinggi Kedokteran lama pendidikan 7 tahun
  3. Technische Hogeschool, Perguruan Tinggi Teknik, lama pendidikan 4-5 tahun.
1. Zaman Penjajahan Jepang
Pada masa penjajahan Jepang banyak orang Belanda yang di tangkap dan di masukan ke dalam sel-sel, hal ini menyebabkan kekurangan tenaga kerja pada jawatan-jawatan Negara termasuk Menteri Keuangan. Untuk mengatasinya diadakan latihan pegawai dan kursus-kursus pembukuan pola Belanda dengan tenaga pengajarnya antara lain : J.E de I’duse, Akuntan, Dr. Abutari, Akuntan , J.D . Masie dan R.S. Koesoemoputro.
Sejalan dengan itu , maka kondisi pembukuan pada masa pendudukan Jepang tidak mengalami perubahan yang berarti, tetap menggunakan pola Belanda.
2. Zaman Kemerdekaan
Awalnya sistem akuntansi yang berlaku adalah sistem akuntansi Belanda yang dikenal dengan sistem Tata Buku. Tetapi setelah kemerdekaan perusahaan-perusahaan Belanda di nasionalisasi dan modal asing pun mulai masuk Pada zaman setelah kemerdekaan banyak modal asing yang masuk ke Indonesia dalam rangka mempercepat proses pemulihan pembangunan. Masuknya modal asing di Indonesia serentak dengan masuknya bantuan luar negeri khususnya dari Amerika dan sekutunya sehingga pemerintah Amerika juga memberikan bantuan berupa sistem akuntansi di pemerintahan, dosen-dosen tamu yang mengajar di berbagai Universitas di Indonesia. Maka muncullah sistem akuntansi baru yaitu model-model sistem akuntansi Amerika yang dipelajari di universitas-universitas se-Indonesia.
Pada tahun 1980 pemerintah Indonesia atas bantuan pinjaman dari bank Dunia melakukan harmonisasi sistem akuntansi sehingga diupayakan untuk menghapuskan sistem dualisme antara sistem akuntansi belanda dan sistem akuntansi amerika. Upaya yang dilakukan antara lain mendirikan Pusat Pengembangan Akuntansi (PPA) di UI, UGM, UNPAD dan USU. Prinsip Akuntansi di Indonesia
Untuk memudahkan pengkoordinasian akuntan di Indonesia, didirikan Ikatan Akuntan Indonesia di Jakarta pada tanggal 23 Desember 1957. IAI berhasil menyusun dan menerbitkan Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI) pada tahun 1973, deengan maksud antara lain:
    1. Menghimpun prinsip-prinsip yang lazim berlaku di Indonesia
    2. Sebagai prasarana pasar uang dan modal pada saat itu.
    3. Laporan Keungan perusahaan yang go publik harus disusun berdasar Prinsip Akuntansi Indonesia.
Adapun Bahan-bahan yang digunakan untuk menghimpun Prinsip Akuntansi Indonesia 1973 antara lain:
a. Buku Prinsip-prinsip Accounting yang diterbitkan oleh Direktorat Akuntan Negara, Direktorat Jendral Pengawasan Keuangan Negara (DJPKN), Departemen Keuangan RI sekarang bernama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
b. Inventory of Generally Accepted Accounting Principles for Bussiness Enterprice, oleh Paul Grady, diterbitkan oleh AICPA
c. Opinions of Australian Accounting Principles, diterbitkan oleh Accounting and Auditing Research Committee dari Accounting Research Foundation.
d. Kumpulan dari Accounting Research Bulletins diterbitkan AICPA
e. A Statement of Australian Accounting Principles, diterbitkan oleh NIVRA
f. Wet op de Jaarekening van Ondernemingen, diterbitkan oleh NIVRA
PAI ini setelah berjalan selama satu dasawarsa akhirnya disempurnakan pada tahun 1984. Hanya saja dalam PAI 1984 dibatasi pada hal-hal yang berhubungan dengan akuntansi keuangan yang diungkapkan secara garis besar atau bersifat umum tidak mencakup praktik akuntansi untuk industri tertentu.
Pada Prinsip Akuntansi Indonesia 1984 masih memerlukan penjabaran lebih
lanjut diatur dengan ”pernyataan” tersendiri.
Sehubungan dengan itu, Komite PAI-IAI mulai tahun 1986 meenerbitkan serankaian pernyataan PAI dan interpretasi PAI untuk mengembangkan, menambah, mengubah serta menjelaskan standar akuntansi keuangan yang berlaku, yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari PAI 1984
Setelah berlangsung selama 10 tahun, PAI 1984 diganti menjadi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan 1994. PSAK 1994 ini mengadopsi pernyataan resmi International Accounting Standard Committee (IASC). IAI mengadopsi pernyataan IASC sebagai dasar acuan standar akuntansi keuangan yang berlaku di Indonesia, kemudian menerbitkan dua buah buku yaitu Standar Akuntansi Keuangan – Oktober 1994., Buku 1 dan Buku 2 yang berisi
(1). Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan
(2) Seperangkat Standar Akuntansi Keuangan, terdiri dari 35 Pernyataan yang
setaraf dengan standar internasional.
Kerangka dasar dan seperangkat pernyataan tersebut merupakan landasan yang dianggap kokoh untuk pengembangan lebih lanjut. Berlaku untuk penyusunan Laporan Keuangan mencakup periode laporan yang dimulai atau setelah tanggal 1 Januari 1995.
Sekarang ini Standar Akuntansi yang dikeluarkan IAI disebut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK). Namun dengan adanya standar akuntansi untuk entitas Syariah maka akanada dua jenis standar akuntansi, yaitu standar akuntansi konvensional dan syariah yang saling mendukung.
Organisasi Akuntansi di Indonesia
Diantara oraganisasi akuntan yang paling tua dan paling berpengaruh adalah American Institute of Certified Public Accountans (AICPA) dan American Accounting Association) .
Dari tahun 1959 s.d. 1973, Dewan Prinsip Akuntansi (Accounting Principles Board - APB) telah banyak memberikan tuntunan dalam pengembangan prinsip-prinsip akuntansi yang lazim. APB terdiri dari delapan belas akuntan, anggota AICPA.
Pada tahun 1973 SPB digantikan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (Financial Accounting Standards Board - FASB). Badan tersebut terdiri dari tujuh anggota, empat diantaranya harus anggota CPA yang direkrut dari praktek umum FASB dibantu oleh Dewan Pertimbangan dengan dua puluh anggota, yang tanggung jawab utamanya ialah memberikan rekomendasi mengenai prioritas dan agenda kerja. Setelah menerbitkan memo hasil diskusi dan usulan pendahuluan dan setelah mengevaluasi tanggapan berbagai pihak, Dewan tersebut mengeluarkan pernyataan standar akuntansi keuangan yang merupakan bagian dari prinsip-prinsip akuntansi yang lazim.
Beberapa lembaga pemerintah yang mempunyai andil dalam pengembangan prinsip-prinsip akuntansi ialah komisi pasar modal. Komisi yang didirikan berdasarkan Undang-undang Kongres tahun 1934 ini mengeluarkan peraturan-peraturan yang harus dipatuhi dalam penyiapan laporan keuangan dan laporan lain yang diminta komisi. Direktorat Pajak Amerika mengeluarkan peraturan yang mengatur perhitungan laba untuk keperluan pajak penghasilan.
Organisasi-organisasi lain yang mempengaruhi perkembangan prinsip akuntansi di Indonesia antara lain, Institut Eksekutif Keuangan dengan mendorong dan mensponsori penelitian akuntansi, Asosiasi Akuntansi Nasional dan Federasi Analisis Keuangan.
Sejarah Perumus Standar Akuntansi di Indonesia
Pengembangan standar akuntansi keuangan di Indonesia telah dimulai sejak tahun 1973 dengan dibentuknya Panitia Penghimpunan Bahan-bahan dan Struktur daripada GAAP dan GAAS. Selanjutnya pada tahun 1974 dibentuk Komite Prinsip Akuntansi Indonesia yang bertugas menyusun dan mengembangkan standar akuntansi keuangan. Kemudian komite PAI tersebut pada tahun 1994 diubah menjadi Komite Standar Akuntansi Keuangan (KSAK). Pada kongres VIII 23-24 September 1998 diubah kembali namanya menjadi Dewan Standar Akuntansi Keuangan.